Holy Spirit fall on me


Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment
 
 

KKR “welcome home”


Categories: Uncategorized | Leave a comment

NAMA RAHASIA TUHAN [ Y H W H ] [YESHUA] [YESUS]


DISINGKAPKAN !NAMA RAHASIA TUHAN

Kata “TUHAN”, yang dinyatakan dengan semua huruf besar dalam kebanyakan English Bibles (juga dalam Alkitab LAI, -red.), dikenal sebagai Tetragrammaton.

PhotobucketKata itu menyatakan kombinasi huruf-huruf Ibrani ini:

[Y H V H] atau [ Y H W H ]

Nama ini berumur ribuan tahun.

Kata itu adalah nama yang paling kudus dari TUHAN, yang diberikan kepada Musa di semak berapi.

Satu nama yang diterjemahkan oleh kebanyakan terjemahan Inggris sebagai I AM (LAI: AKULAH AKU)

Huruf-huruf Ibrani itu dibaca seperti ini: Yud, Heh, Vav dalam Ibrani modern atau Waw dalam Ibrani kuno, dan kemudian Heh.

‘Yud Heh Waw Heh’ juga adalah nama yang terlupakan dari TUHAN, yang oleh cendekiawan dan peneliti Yahudi katakan memiliki suatu arti dan pengucapan lafal yang telah hilang, karena nenek moyang mereka menolak untuk memperkatakannya semenjak sekitar satu generasi sebelum penghancuran Bait Suci di Yerusalem oleh Romawi.

Saat ini ‘Yud Heh Waw Heh’ paling sering dilafalkan sebagai Yahweh ketika ditulis atau dibicarakan oleh umat Kristen dan umat lainnya.

Nama itu masih tidak diucapkan oleh umat Yahudi Ortodox.{Pengucapan YANG TEPAT dari nama YHWH telah diperdebatkan dengan penuh semangat selama beberapa abad. Bahkan pada hari ini di antara para cendekiawan ada suatu ketidaksepakatan umum mengenai pengucapannya yang tepat. Sebagian orang mempunyai suatu pengajaran “kultis (bersifat pemujaan)” yang memproklamirkan dirinya “mengetahui” pengucapan yang BENAR.

Pengucapan “Jehovah” adalah suatu pelafalan lain mengenai huruf-huruf ini, yang lebih tua namun kurang akurat.

Pelafalan itu berasal dari penerjemahan bahasa Ibrani dan bunyi-bunyinya ke Bahasa Jerman, karena itu lebih kedengaran berbunyi Jerman, “Jahovah”.(Istilah Jehovah bisa ditelusuri kembali sampai paling tidak ke karya Latin – Pugio Fidei oleh Raymund Martin, seorang cendekiawan Katholik. Karya ini ditulis sekitar tahun 1270 )

( Pengejaan dan pelafalan JEHOVAH muncul PERTAMA KALINYA dalam BAHASA INGGRIS dalam terjemahan William Tyndale mengenai Pentateukh (Kelima Kitab Musa) yang dipublikasikan pada tahun 1530 di Jerman.)

Marilah kita menyelidiki arti ideografik dari huruf-huruf Ibrani

‘Yud Heh Waw Heh’.

PhotobucketSuatu ideogram adalah suatu symbol yang menyatakan suatu ide, seperti tanda berbentuk laki-laki atau wanita yang anda lihat di luar pintu-pintu kamar mandi umum.

Huruf-huruf Ibrani mempunyai makna-makna ideografik sejak zaman paling purba.

Ada beberapa makna ideografik bagi setiap huruf.

Aleph, sebagai contoh, huruf pertama dari abjad Ibrani, bisa berarti ‘lembu’ maupun ‘banteng’.

Beth, huruf kedua dari abjad Ibrani, menyatakan kata-kata ‘rumah’ atau ‘kemah’.

Namun dalam setiap perkara, ide-ide yang dinyatakan oleh setiap huruf saling berhubungan secara erat.

Makna ideografik ‘Yud Heh Waw Heh’(Y H W H) yang secara lazim paling diterima oleh cendekiawan Yahudi sepanjang abad,….. penerjemahan huruf-huruf nama kudus TUHAN,…… yang diperkatakan sebagai ‘Yud Heh Waw Heh’ (Y H W H) secara simbolis dapat diterjemahkan secara akurat sebagai :

* Yud = tangan;

* Heh = jendela atau makna ‘pandanglah’ atau ‘lihatlah’;

* Waw = paku.

Jadi dikatakan secara simbolik, kombinasi huruf-huruf ini bisa secara akurat dan paling pasti diterjemahkan sebagai :

‘Yud Heh Waw Heh’ (Y H W H) = Lihatlah tangan itu, lihatlah paku itu.

Yeshua, atau Yesus, dalam bahasa Ibrani berarti Yahweh (YHWH) , artinya Keselamatan Kita,

Jadi, nama YESUS atau YESHUA adalah YHWH itu sendiri yang datang ke dalam daging menjelma menjadi manusia,…..di atas salib di bukit golgota terdapat rahasia siapa YHWH itu sebenarnya….

” LIHATLAH TANGAN ITU, LIHATLAH PAKU ITU ” = YHWH

Siapakah DIA yang tangannya dipaku di atas kayu salib untuk menyelamatkan umat manusia ?

DIA adalah YESUS atau YESHUAYHWH = YESUS / YESHUA HAMASIAH

Inilah rahasia nama TUHAN

TUHAN YESUS Memberkati !!!

Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

Lepaskan Kepalanmu!


Di suatu hutan hiduplah sekelompok monyet. Pada suatu hari tatkala mereka tengah bermain, tampak oleh mereka sebuah toples kaca berleher panjang dan sempit yang bagian bawahnya tertanam di tanah. Di dasar toples itu ada kacang yang sudah dibubuhi dengan aroma yang disukai monyet. Rupanya toples itu adalah perangkap yang ditaruh di sana oleh seorang pemburu.

Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dalam toples untuk mengambil kacang-kacang tersebut. Akan tetapi tangannya yang terkepal menggenggam kacang tidak dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada ukuran leher toples itu. Monyet ini meronta-ronta untuk mengeluarkan tangannya itu, namun tetap saja gagal.

Seekor monyet tua menasihati monyet muda itu: “Lepaskanlah kepalanmu atas kacang-kacang itu! Engkau akan bebas dengan mudah!” Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tersebut, tetap saja ia bersikeras menggenggam kacang itu.

Beberapa saat kemudian, sang pemburu datang dari kejauhan. Sang monyet tua kembali meneriakkan nasihatnya: “Lepaskanlah kepalanmu sekarang juga agar engkau bebas!” Monyet muda itu ketakutan, namun tetap saja ia bersikeras untuk mengambil kacang itu. Akhirnya, ia tertangkap oleh sang pemburu.

Demikianlah, kadang kita juga sering mencengkeram dan tidak rela melepaskan hal-hal yang sepatutnya kita lepaskan: kemarahan, kebencian, iri hati, ketamakan dan sebagainya. Apabila kita tetap tidak bersedia melepas, tatkala kematian datang “menangkap” kita, semuanya sudah terlambat.

Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lampau dan menatap hari esok dengan lebih cerah? Bukankah dunia akan menjadi lebih indah jika kita bisa melepaskan “kepalan” kita dan membagi kebahagiaan dengan orang lain?

Categories: Renungan | Tags: | Leave a comment

Batu Besar


Suatu hari seorang dosen sedang memberi kuliah tentang manajemen waktu pada para mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri depan kelas dan berkata, “Okay, sekarang waktunya untuk quiz.” Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di atas meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga tidak ada lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Ia bertanya pada kelas, “Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?”

Semua mahasiswa serentak berkata, “YA!”

Dosen bertanya kembali, “Sungguhkan demikian?” Kemudian dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian sekali lagi ia bertanya pada kelas, ” Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”

Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, “Mungkin tidak.”

“Bagus sekali,” sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantong pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi ia bertanya pada kelas, “Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?”

“Belum!” Sahut seluruh kelas.

Sekali lagi ia berkata, “Bagus, bagus sekali.” Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu ia menoleh ke kelas dan bertanya, “Tahukan kalian apa maksud ilustrasi ini?”

Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, “Maksudnya adalah, tidak peduli seberapa padat jadwal kita, bila kita mau berusaha sekuat tenaga, kita bisa mengerjakannya.”

“Oh, bukan.” sahut dosen, “Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari ilustrasi mengatakan pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan “batu besar” terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya.”

Apa yang dimaksud dengan “Batu Besar” adalah anak-anak anda, pasangan anda, pendidikan anda. Hal-hal yang penting dalam hidup anda, hal-hal yang mengajarkan sesuatu pada orang lain, melakukan pekerjaan yang kau cintai, waktu untuk diri sendiri, kesehatan anda, teman anda, atau semua yang berharga.

Ingatlah untuk selalu memasukkan “Batu Besar” pertama kali atau anda akan kehilangan semuanya. Bila anda mengisi dengan hal-hal kecil (semacam kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini seharusnya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal besar dan penting. Oleh karena itu, setiap pagi atau malam, ketika akan merenungkan cerita pendek ini, tanyalah pada diri anda sendiri: “Apakah Batu Besar dalam hidup saya?” Lalu kerjakan itu pertama kali.
Sumber : jawaban.com

Categories: Renungan | Tags: | Leave a comment

Sudahkah saya “YADAH” kepada Tuhan?


YADAH adalah sebuah ungkapan PRAISE.
Artinya ‘tangan yang diangkat kepada Tuhan’.
Ada 7 ungkapan Praise, seperti Yadah, Tehillah, Barak, Halal, Towdah, Zamar, dan Shabach, tetapi untuk pertama kalinya kata Praise muncul dalam Alkitab diwakili oleh ‘YADAH’. Oleh karena itu bagi saya, kata YADAH ini adalah bentuk pertama dari ekpresi Praise, sedangkan yang selanjutnya adalah pengembangannya.

Kata Yadah ini lahir dari mulut seorang wanita yang mengalami duka dalam kehidupan pernikahannya, sampai suatu ketika wanita ini mampu bersyukur kepada Tuhan, and she Yadah to God.
Ingin tahu ceritanya?

Suatu ketika ada seorang pemuda yang mengembara meninggalkan kampung halamannya, untuk pergi ke tempat pamannya.
Di kediaman pamannya, sang pemuda bertemu dengan seorang wanita, and he fell in love at the first sight.

Wanita itu adalah anak perempuan pamannya, dan sangatlah besar cinta pemuda ini sehingga ia rela bekerja keras pada pamannya selama 7 tahun, dengan upah memperistri wanita idamannya. Begitu besar gelora cintanya kepada kekasihnya sehingga kerja keras 7 tahun pun serasa hanya beberapa hari saja. Teman-teman pasti sudah tahu ceritanya ya?
Inilah cerita kisah cinta Yakub dan Rahel.
Rahel memiliki seorang kakak bernama Lea, tetapi Lea ini tidak berseri matanya. Sedangkan Rahel memang layak mendapat perhatian dan cinta dari Yakub karena Rahel elok sikapnya dan cantik parasnya. Singkat cerita, ternyata Laban, mertua Yakub menukar Rahel dengan Lea di hari pernikahan, sehingga demi cintanya kepada Rahel, Yakub rela bekerja keras 7 tahun lagi untuk mendapatkan Rahel. Yakub memiliki 2 istri, Lea dan Rahel, tetapi Yakub lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea.

Saya adalah penyuka film True Love Story, sehingga dulu saya agak protes sama Tuhan waktu membaca kisah ini. Kalau bahasa dramanya ….’cinta sejati Yakub dan Rahel dipermainkan oleh nasib’… Saya bilang ‘kok Tuhan nggak adil sih, sama Yakub dan Rahel, malah Rahel ditutup lagi kandungannya, saat Tuhan melihat Yakub kurang mencintai Lea,.. bahkan Rahel duluan meninggal, dan kuburannya tidak berdampingan dengan kuburan suaminya kelak…. aduuhhh sedih banget…’
Kalau seandainya saat saya protes itu kisah ini difilmkan, saya pasti pro kepada Rahel. Saya sedih sekali sewaktu Rahel meninggal setelah melahirkan anak keduanya Benyamin, kemudian ia dikuburkan, dan Yakub dan rombongan keluarga besarnya melanjutkan kembali perjalanan mereka kembali ke kampung halaman. “Oh Tuhan….bahkan matinya pun tidak bisa berdampingan….”

Sampai suatu ketika, saya mulai membaca tentang pergumulan Lea…

Selalu ada air mata dalam hidup Lea.
Dulu sebelum menikah dikatakan matanya tidak berseri. Adiknya jauh lebih cantik dan menawan dibanding dirinya. Saya percaya orang-orang disekitarnya pun lebih memuja dan lebih menyukai Rahel. Ada perasaan minder dan rendah diri dalam diri Lea.
If you are a woman, and you have younger sister more beautiful and more attractive than you, you will know this feeling.

Dimadu hanya 7 hari setelah menikah, dan dalam kehidupan pernikahannya Lea menemukan kenyataan suaminya lebih sayang kepada Rahel.
Lea adalah saksi mata melihat suaminya rela membanting tulang selama 7 tahun lagi demi mendapatkan Rahel.
Merasa tidak dicintai suami, hatinya sangat senang sekali ketika melahirkan anak pertamanya, dan Lea berkata : “Sesungguhnya Tuhan telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku.” (Kejadian 29:32)
Dan Lea menamai anaknya Ruben. Kenyataannya kehadiran anak pertama, tidak mengubah perasaan Yakub. Yakub tetap lebih cinta Rahel.
Lea pun kecewa.

Kemudian lahir anak kedua, “Sesungguhnya Tuhan telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikannya pula anak ini kepadaku.”
Maka ia menamai anak itu Simeon. (Kejadian 29:33)
Kenyataannya, air mata kembali menghiasi hari-hari Lea, karena 2 anak tidak membuat Yakub lebih cinta kepadanya.

Kelahiran anak ketiga membawa pengharapan baru, masa sih 3 anak tidak mengubahkan hati suaminya, sementara Rahel belum memiliki 1 keturunan pun. Lea berkata: “Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan 3 anak laki-laki baginya.”
Itulah sebabnya ia menamai anak itu Lewi. (Kejadian 29:34)
Tiga anak tidak mengubahkan hati Yakub kepada Lea.

Pada kelahiran anak laki-laki yang keempat, anak terakhir yang dikandung Lea, Lea berserah kepada Tuhan, dan kalimatnya mulai berubah.
Lea berkata: “Sekali ini aku akan bersyukur kepada Tuhan.” (Kejadian 29:35)

Disinilah YADAH (bersyukur/praise) diungkapkan dari mulut seorang wanita yang merasa tidak dikasihi oleh suaminya. Pada kelahiran anak ke 4, Lea bersyukur kepada Tuhan, dan menamai anak itu Yehuda.
Suatu bentuk penyembahan diajarkan oleh wanita (yang menurut kacamata dunia ‘tidak beruntung’) kepada semua generasi dalam Alkitab, bahkan sampai pada kita di abad ke 21 ini.
Suatu bentuk penyembahan tanpa syarat.
Menyembah Tuhan bukan karena mengharapkan sesuatu.
Menyembah Tuhan bukan karena Tuhan dapat menjawab doa.
Menyembah Tuhan bukan karena apa yang dapat kita terima dariNya.
Tetapi menyembah Tuhan, karena memang hanya Dia saja Tuhan.
WORSHIPPING GOD WITHOUT ANY REASON.

Sekalipun yang ada di depan mata, tidak seperti yang kita harapkan. Sekalipun di depan mata, sepertinya doa tidak dijawab, tetapi kepercayaan kepada Yesus Tuhan tidak tergoyahkan.
Kelak…. akan ada 3 anak muda yang dengan lantang berkata kepada raja yang akan memasukkan mereka ke dalam api yang menyala:
“Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”
(Daniel 3:16-17)

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. They YADAH to GOD.
Worship Him without any reason.
Yadah adalah bahasa Hebrew yang artinya menyembah dengan mengangkat tangan kepada Tuhan.
Di hari-hari yang semakin sulit, di tengah-tengah dunia yang semakin kacau dan tidak menentu ini, mari kita Yadah kepada Tuhan.
Dengan mengangkat tangan kepadaNya, menandakan penyerahan total, dan kepercayaan penuh kepada segala rancangan-rancanganNya.
Sekalipun mungkin keadaan yang kita alami tidak baik. Sekalipun tidak ada dasar untuk bersyukur, tetaplah berikan syukur. Berikan pujian hanya kepada Tuhan. Bukankah ada ungkapan ‘saat kita mengangkat tangan, Tuhan akan turun tangan?’

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kamu”
(1 Tesalonika 5:18)

Sudahkah Anda “YADAH” hari-hari ini

Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

Anointing from Holy Spirit


Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

Jamahan Tuhan


Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

GEMPA : Generasi Excellent yang Menyatakan Pribadi Allah


Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

GILA : Generasi Ingin Lawatan Tuhan


Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

FATHERHOOD


Ini adalah salah satu faktor yang angat serius dan penting dalam kehidupan kita. Statistik dari majalah TIME & US Newspaper menunjukkan bahwa :” Dad is Destiny”
38% anak di Western World hidup tapa ayah biologis (th 99 , th 1960 hanya 17,5%)
Lebih dari 50% anak menghabiskan separuh hidup mereka tanpa ayah.
Tanpa Bapa berhubungan erat dg mimpi buruk masyarakat seperti anak remaja yang membawa pistol, gadis remaja dengan bayi.
46% keluarga dgn anak yang dipimpin oleh seorang ibu saja hidup dibawah garis kemiskinan dibandingkan keluarga yang lengkap (ayah ibu) hanya 8%.
43% dari org yang ada dipenjara dinyatakan hidup dan bertumbuh dalam keluarga yang tanpa ayah.
Tanpa ayah dapat dipastikan sebagai penyebab untuk aktifitas kriminal dalam kehidupan anak muda.
Pakar sosiologi sekarang telah menghubungkan ketiadaan ayah dengan : drop out, jobless, kecanduan obat, bunuh diri, ataupun target dari pelecehan seksual.
Hanya 51% yang  hidup dalam keluarga yang lengkap.
Di Indonesia menurut Media Indonesia (Sabtu 13 Oktober 2001) mengutip Ginekolog dan Konsultan seks dr. Boyke Nugraha SpOG mengatakan: “sekitar 2,5 juta wanita Indonesia setiap tahun melakukan aborsi. Mayoritas pelaku; wanita remaja yang belum menikah.”
Pentingnya memiliki Bapa
Kehormatan teringgi yang Tuhan taruh dalam kehidupan seorang pria adalah menjadi ayah. Karena Tuhan memilih titel, sebutan, panggilan untuk diriNya sebagai Bapa.
Kebapaan adalah pekerjaan yang terutama bagi para pria. Tidak ada yang lebih lengkap bagi seorang pria untuk mencapai kepenuhan kecuali menjadi ayah. Itu bukan berarti hanya memiliki anak jasmani.
Ayah adalah kunci untuk dosa dan juga kunci solusi dari dosa. Konsep kebapaan telah merupakan penyebab manusia jatuh dalam dosa dan juga konsep pembapaan yang akan menjadi penyelamatan manusia. Kuasa dari pembapaan telah menjadi bukti dalam konsep Tuhan yang tertulis dalam Alkitab.
Dosa adalah akibat dari manusia menyatakan independen dari Bapa mereka. Dosa adalah masalah tanpa ayah. Manusia  dalam dosa menderita ketiadaan ayah. Itulah masalah utama kita.
Tuhan sendiri melihat pembapaan sebagai jalan keluar bagi masalah dosa ini.
Maleaki 4:5,6
Kunci untuk keluarga, masyarakat, gereja, kota, bangsa adalah roh kebapaan.

Defenisi:
Kata bapa berasal dari bahasa Ibrani Abbah, ini sebenarnya adalah sebutan (title) dan arti dari kata ni adalah sumber atau pemelihara.
Untuk menjadi abbah saudara harus menghasilkan sesuatu dan memeliharanya.
Bahasa Yunani dari bapa adalah Pater yang berarti sumber dan pemelihara atau yang mendukung.
Kata bapa disebut juga sebagai fondasi dari semuanya.

Tanggungjawab Seorang Bapa.  Kej. 2:15
Prinsip yang dahsyat adalah Tuhan selalu menyelesaikan pekerjaanNya sebelum Dia memulainya. Yes 46:10,11
Waktu Tuhan menjadikan Adam, sebenarnya Tuhan telah selesai menjadikan semua umat manusia.
Hal yang pertama Tuhan lakukan adalah menempatkan Adam dalam Taman Eden (presence of moment or spot), punya arti tempat atau moment dimana hadirat Tuhan menyentuh bumi; itu artinya, apa yang manusia butuhkan pertama adalah hadirat Tuhan dan bukan perempuan atau laki-laki. Kemudian Tuhan memberikan tugas pertama kepada Adam untuk bekerja (menghasilkan/produktif) . Itu memberikan pengertian bahwa sebelum pria diberikan wanita dia harus bekerja dulu. Kemudian Tuhan meminta Adam untuk memelihara atau melindungi semua yang dipercayakan kepadanya. Setelah itu Tuhan menugaskan Adam untuk mengolah (cultivate) yang punya pengertian mengeluarkan yang terbaik dari dalamnya, menyebabkan berkembang. Kemudian Tuhan mempercayakan pada manusia FirmanNya.
Untuk hal-hal di atas inilah Tuhan mau seorang bapa bertanggungjawab. Setelah itu baru Tuhan berkata dalam ayat 18; Tidak baik manusia seorang diri. pengertian sendiri adalah all in one (semua dalam satu) makanya Tuhan membuat penolong yang sepadan supaya manusia menghasilkan yang sejenis, artinya berasal dari sumber yang sama. .
Sonship (Keputraan)
Yohanes 10:29,30; 8:
Menghasilkan yang sejenis inilah yang disebut putra (son). Arti dari putra bukanlah laki-laki tapi keturunan (offspring). Sama seperti Bapa demikian juga putra tidak pernah menunjuk pada gender tapi pada title (sebutan), lebih kepada fungsi dan bukan pada jabatan.  Sonship adalah identitas kita, yang berarti bahwa kita berasal dari sumber (Bapa) yanag kudus. Itulah dna kita. Saudara tidak berusaha untuk menjadi kudus, saya tidak berdoa untuk mejadi kudus, tidak bergumul untuk menjadi kudus, tidak memakai krah baju terbalik untuk menjadi kudus, tapi saya kudus karena sumber (Bapa) saya kudus.

Categories: Uncategorized | Tags: | Leave a comment

Blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: